My Last Autumn – Fifth Drama Prologue

“Sudah pukul empat sore lebih sepuluh menit namun wanita itu belum datang juga” bathinku bergumam. Semestinya dia telah tiba disini sepuluh menit yang lalu. Aku tak punya banyak waktu untuk menunggunya. Manejer Park pun tak mengangkat telephone nya membuat emosiku semakin bertambah.
Aku sudah harus berada distasiun televisi pukul enam sore dan waktuku tak banyak, tak mungkin aku melakukan’nya’ dalam sejam kan? Untuk berangkat ke stasiun saja perlu waktu setengah jam jika kendaraanku tak terjebak macet.  Continue reading “My Last Autumn – Fifth Drama Prologue”
Advertisements