First Drama – Chapter 8

Chapter 8
Direktur Shin menghembuskan asap rokoknya keras-keras sembari membaca file yang ada ditangannya. Sejak pagi dia belum keluar dari ruang kerja dirumahnya dipedesaan. Dia tiba disana pukul 2 dini hari. Nampak dia sibuk berbicara melalui telephone genggamnya mendiktekan beberapa perintah kepada lawan bicaranya. Dia kemudian meletakkan telephone genggamnya setelah berbicara selama satu jam. Sembari merebahkan punggungnya diatas kursi kerjanya, dia berbisik seakan pada dirinya sendiri.
“Seminggu lagi, dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita” senyum pun terukir diwajahnya.
Soo hyun sedang membantu didapur ketika Direktur Shin masuk keruangan itu. Dia duduk dikursi meja makan sambil memandang punggung Soo hyun yang sedang asyik memotong sayuran dan mengobrol dengan kakaknya. Terbayang dalam kepalanya ketika suatu saat nanti mereka telah menikah, Soo hyun akan menyiapkan makanan untuk keluarga mereka, Direktur Shin, Soo hyun dan anak-anak mereka. Direktur Shin sudah menyiapkan sebuah rumah dipinggiran kota yang akan mereka tempati nanti setelah mereka menikah. Rumah seluas 300 meter persegi dengan bangunan semi modern, kolam renang dan halaman kebunnya yang luas. Tak lupa dilengkapi dengan pengamanan terbaik, cctv bahkan penjaga keamanan. Dia tak ingin beresiko seseorang akan mengganggu keluarganya apabila dia tidak memperketat penjagaan, terutama apabila Soo hyun berkeinginan untuk melarikan diri darinya. Dia tak akan pernah memaafkan dirinya apabila membiarkan Soo hyun pergi darinya tanpa pengawasan, selama laki-laki itu masih bisa mendekatinya. Continue reading “First Drama – Chapter 8”
Advertisements

First Drama – Chapter 7

Chapter 7
Pagi – pagi Direktur Shin berpamitan kepada Soo hyun dan keluarganya, dia berangkat ke kota selain untuk membereskan pekerjaannya, juga untuk membelikan Soo hyun pakaian dan perlengkapan untuknya selama tinggal di pedesaan. Dia pun mengutus anak buahnya untuk mengirimkan pakaian dan perlengkapan untuk Soo hyun, sementara dia berada di kota hingga beberapa hari. Dia juga menyuruh orang untuk menjaga rumahnya di desa untuk mengawasi Soo hyun ataupun orang yang datang kesana agar tidak mengganggu keluarganya.
Dengan pengawasan yang seperti itu membuat Soo hyun menjadi tertekan. Namun dia cukup terhibur dengan kakak Direktur Shin yang sangat baik hati dan mengerti keadaan Soo hyun.
“Maafkan adikku yang telah menyusahkanmu, aku tak tahu apa yang sedang terjadi diantara kalian, tapi Shin Jae bukanlah anak yang jahat, dia hanya sangat mencintaimu.

Terkadang orang terlalu mencintai hingga tak tahu bahwa orang yang dia cintai tersakiti” Kata kakaknya dengan senyum iba.  Continue reading “First Drama – Chapter 7”

First Drama – Chapter 6

Chapter 6
Mereka tiba disebuah rumah dengan halaman yang sangat luas dipedesaan, nampak perkebunan-perkebunan milik penduduk desa menghijau dipinggir jalan. Direktur Shin pun turun dari mobil dan memapah Soo hyun kedalam. Disana dia langsung mencari ayahnya yang sedang duduk ditaman memandang ke arah danau.
“Ayah, apa kabarmu? Aku mengajak seseorang untuk menemuimu. Nama nya Soo hyun, dia gadis yang sangat aku cintai”
Ayahnya hanya terdiam bengong seperti orang yang sedang berada didalam pikirannya sendiri. Expresi Direktur Shin pun menjadi kaku karena sedih dengan keadaan ayahnya.
Kakak Direktur Shin muncul dari arah taman dan menyapa mereka, Shin Eun Ah namanya.
“Kamu sudah datang? Wah, siapa yang kamu ajak? Cantik sekali”
Direktur Shin pun tersenyum dan dengan bangga memperkenalkan Soo hyun kepada kakaknya. Continue reading “First Drama – Chapter 6”

First Drama – Chapter 5

Chapter 5

Sudah tiga bulan sejak mereka pertama kali berpacaran, meski Lee han menginginkan Soo hyun untuk tinggal bersamanya, namun Soo hyun menolak dengan alasan rumah itu milik kakaknya dan dia tidak mau meninggalkan rumah itu tak terawat sebelum kakaknya pulang, dan Lee han pun mengerti. Kadang Lee han menginap disana atau Soo hyun yang menginap diapartement milik Lee han.

Lee han sering mengajak Soo hyun kepertemuan-pertemuan perusahaanya, pesta dansa ataupun pesta peresmian launching produk-produk terbaru perusahaan itu. Malam itu pun mereka sehabis mengikuti pembukaan sebuah rumah makan mewah milik teman Lee han dan setelah mengantarkannya pulang dan mencium bibir Soo hyun, Lee han pun berpamitan.

Setelah usai mandi, Soo hyun kedatangan tamu yang memencet bel pintu rumahnya, dia pun bergegas untuk membuka pintu dan mencari tahu siapa itu. Soo hyun terkejut, karena disana berdiri Direktur Shin sedang tersenyum memandangnya. Continue reading “First Drama – Chapter 5”

First Drama – Chapter 4

Chapter 4

 

(WARNING: it may be not appropriate for all ages: +18, read for your own consent)

 

Ketika jam kerjanya telah selesai, Soo hyun pun beranjak ketempat pemberhentian bus namun langkahnya dihentikan oleh sebuah mobil yang menyuruhnya untuk masuk kedalam.

 

Lee han tersenyum dibalik kemudi. “Naiklah, aku akan mengantarmu pulang”

 

Didalam mobil Lee han berkata jam kerja Soo hyun sungguh lama, bagaimana mungkin sebuah perusahaan mempekerjakan pegawainya hingga begini. Soo hyun berkata bahwa dia bekerja lembur hari ini, karena biasanya dia pulang seperti biasa. Dia mengatakan dia sedang menangani sebuah proyek pengembangan bangunan untuk tempat bermain. Continue reading “First Drama – Chapter 4”

First Drama – Chapter 3

Chapter 3

 

Soo hyun sedang mendorong troly belanjanya dan membeli sayur, buah-buahan, daging dan keperluan rumah tangga lain, ketika handphonenya berbunyi dengan nomber tak dikenal dilayarnya.

 

“Hallo… Soo hyun disini”

 

Terdengar suara yang berkata “Soo hyun-shi, kamu dimana? Aku Direktur Shin, aku ingin mengajakmu keluar untuk berterimakasih telah merepotkanmu semalam”

 

Soo hyun pun berkata dia sedang berbelanja disupermarket dan mengatakan Direktur Shin tak usah repot-repot untuk mengajaknya keluar karena dia tidak perlu membalas kebaikan Soo hyun, Soo hyun hanya menolongnya karena dia merasa itu baik. Namun Direktur Shin memaksa dan dia pun menutup telphonenya yang dipandang Soo hyun dengan bingung, namun Soo hyun melupakannya dan melanjutkan memilih belanjaannya yang lain. Continue reading “First Drama – Chapter 3”

First Drama – Chapter 2

Chapter 2

Siang itu sungguh hari yang sangat sibuk untuk Soo hyun, dia mendapat tugas untuk menghandle sebuah pameran bazar produk iklan perusahaan mereka yang terbaru di pameran industry tahunan di Seoul.

Disana segala jenis perusahaan berskala besar ikut andil meramaikan pameran itu, dari perusahaan textile, real estate, automotif, hypermall, asuransi dan sebagainya. Soo hyun pun dengan cekatan melayani tamu yang mampir ke stand mereka dan menjelaskan tentang keunggulan produk terbaru mereka.

Diantara tamu-tamu itu, ada seorang laki-laki yang menarik perhatian Soo hyun, karena sedari tadi dia hanya melihatnya dari kejauhan, namun ketika stand Soo hyun mulai sepi, laki-laki itu kemudian menghampirinya.

Soo hyun menyambut tamu itu dengan ramah dan mulai memperkenalkan dirinya sebagai kepala pemasaran di stand itu. Laki-laki itu ingin tahu lebih banyak tentang keunggulan produk dari perusahaan Soo hyun bekerja dan ketika Soo hyun menjelaskan dengan sempurna, dia pun berdecak kagum. Continue reading “First Drama – Chapter 2”