First Drama – Chapter 6

Chapter 6
Mereka tiba disebuah rumah dengan halaman yang sangat luas dipedesaan, nampak perkebunan-perkebunan milik penduduk desa menghijau dipinggir jalan. Direktur Shin pun turun dari mobil dan memapah Soo hyun kedalam. Disana dia langsung mencari ayahnya yang sedang duduk ditaman memandang ke arah danau.
“Ayah, apa kabarmu? Aku mengajak seseorang untuk menemuimu. Nama nya Soo hyun, dia gadis yang sangat aku cintai”
Ayahnya hanya terdiam bengong seperti orang yang sedang berada didalam pikirannya sendiri. Expresi Direktur Shin pun menjadi kaku karena sedih dengan keadaan ayahnya.
Kakak Direktur Shin muncul dari arah taman dan menyapa mereka, Shin Eun Ah namanya.
“Kamu sudah datang? Wah, siapa yang kamu ajak? Cantik sekali”
Direktur Shin pun tersenyum dan dengan bangga memperkenalkan Soo hyun kepada kakaknya.
“Aku ingin tinggal disini untuk sementara waktu, tolong siapkan kamar untuk kami, cukup satu kamar saja” katanya sambil menoleh kepada Soo hyun dengan expresi datar.
Kakak Direktur Shin yang mencium sesuatu namun tidak berkomentar hanya mengangguk dan menyuruh pengurus rumah tangga untuk menyiapkan kamar untuk mereka.
Dikamarnya, Direktur Shin berkata kepada Soo hyun
“Disini tidak ada telephone, kendaraan umum pun tidak ada, untuk berkomunikasi hanya memakai telephone genggam, namun untuk sementara aku tak akan memberikannya padamu.” “Tinggalah disini bersamaku untuk sementara waktu, hingga laki-laki itu menyerah mencarimu.”
Soo hyun pun berteriak bahwa Direktur Shin keterlaluan, dia tak boleh melakukan itu kepada Soo hyun, karena ini namanya penculikan dan dia ingin dikembalikan ke rumahnya, ke kota.
Namun kata-kata Soo hyun tak terdengar lagi karena Direktur Shin telah menutup mulut Soo hyun dengan bibirnya dan menciumnya dengan paksa, Direktur Shin pun menindih tubuh Soo hyun dan memaksa melakukan apa yang mereka lakukan semalam.
Soo hyun tak berdaya hanya bisa menangis dan terdiam. Dia merasakan sakit hati Direktur Shin, maka dari itu dia tidak berusaha untuk kabur, namun tak ingin diperlakukan seperti itu oleh Direktur Shin.
Dari luar pintu kamar Direktur Shin, kakaknya hanya bisa menghela nafas.
“Anak itu, kenapa bisa jadi begini? Dia dulu adalah anak yang ramah. Semua menjadi hancur setelah kepergian ibu” desahnya.
Ketika langit senja menyelimuti pedesaan kecil yang asri itu, Direktur Shin yang bertelanjang dada sedang menghisap rokoknya dimulut jendela. Sambil mengepulkan asap rokoknya secara perlahan, dia memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah perlakuannya yang kasar terhadap Soo hyun.
Direktur Shin sangat mencintai Soo hyun, bahkan terkesan posesif, dia mengakuinya, dia tidak mau membayangkan menyerahkan Soo hyun kepada laki-laki lain. Dengan bertelanjang dada, dia menghampiri Soo hyun yang sedang tertidur lelap diatas ranjang.
“Aku akan menikahimu Soo hyun, kita akan memiliki sebuah keluarga dengan anak-anak kita. Tak akan kulepaskan dirimu kali ini, akan kujaga baik-baik”
Direktur Shin pun mencium kening Soo hyun kemudian dia memakai kemeja nya dan melangkah keluar kamar mencari kakaknya.
“Terimakasih sudah berada disini kak, meninggalkan suami dan anak-anakmu untuk menjaga ayah. Kenapa kalian tidak tinggal disini saja sekeluarga? Bukankah Mario suka pedesaan? Louis dan Luigi juga belum sekolah” tanya Direktur Shin.
Kakaknya pun tersenyum sembari berujar “Mario, kakak iparmu itu sedang menunggu perkebunan anggurnya, karena sebentar lagi akan panen. Tapi bulan depan Louis dan Luigi akan tinggal disini. Mereka pasti senang bisa melihat rumah ibunya, dan mereka menanyakanmu terus apakah kamu akan tinggal disini juga”
Direktur Shin tertawa, membayangkan keponakan-keponakannya yang nakal dan lucu. Louis berusia enam tahun, lebih tua dua tahun dari adiknya Luigi. Mereka masih memerlukan kasih sayang seorang ibu, sehingga ketika Ibunya harus ke Korea untuk menjaga Kakek mereka, Direktur Shin merasa bersalah karena memisahkan mereka. Namun syukurlah akhirnya Mario mengizinkan Louis dan Luigi untuk tinggal bersama Ibunya di Korea.
Kakaknya pun bertanya “Aku tak tahu apa yang sedang terjadi antara kamu dan Soo hyun, tapi aku mohon jangan pernah menyakiti perempuan, terutama yang kamu cintai, karena kamu hanya menyakiti dirimu sendiri” “Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?”
“Mungkin aku akan menikahinya” kata Direktur Shin. Kemudian dia meminta disiapkan makanan kecil untuk dibawanya ke kamar untuk diberikan kepada Soo hyun. Sebelumnya, Direktur Shin menemui ayahnya yang sedang melihat-lihat foto-foto album mereka. Direktur Shin pun duduk disamping ayahnya dan tersenyum, ayahnya pun tersenyum.
“Ayah, bagaimana keadaanmu? Lagi melihat foto apa?”
Ayahnya pun menunjukkan foto keluarga mereka, ketika Ibunya masih hidup, dan foto-foto lain saat Direktur Shin baru lulus SMU dan Universitas. Ayahnya tersenyum sembari memperlihatkan foto-foto lainnya. Kakak Direktur Shin pun datang membawakan minuman dan obat untuk ayah mereka. Seusai membantunya meminum obat, dia pun menemani ayah mereka ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Soo hyun sudah terbangun dan sedang duduk di pinggir ranjang ketika Direktur Shin muncul dipintu membawa nampan kecil berisi makanan untuk Soo hyun.
“Kamu sudah bangun? Aku bawakan makanan kecil untukmu. Kamu makan dulu ya”

Direktur Shin pun memapah Soo hyun untuk duduk dikursi dimana makanan diletakkan. Dia menyiapkan makanan untuk Soo hyun dengan wajah berseri-seri. Soo hyun nampaknya keletihan, dan diapun menerima makanan yang disuapkan oleh Direktur Shin kepadanya sembari mengucap “Terimakasih”

 

 

Advertisements

words from you

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s